Suara Tuyul dan Siluman gelembungkan Suara Petahana Di Jateng dan Jatim

SIR.COM, Jakarta – Jagat media kembali diramaikan dengan temuan jumlah suara di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang naik secara signifikan dalam waktu singkat. Berdasar info yang beredar kurun waktu 1 tahun kenaikan suara partisipan Jatim dan Jateng bertambah 9.270.954 suara.

Jika dibandingkan jumlah suara antara Pilpres 2019 dengan Pilgub Jateng dan Jatim 2018 nampak jelas perbedaannya. Pada Pilgub Jateng 2018, Ganjar memperoleh suara 10.362.694 dan Sudirman 7.267.993 sehingga total suara 17.630.687. Namun suara tersebut melonjak pada Pilpres 2019 dimana Jokowi mendapat suara 16.825.511 dan Prabowo 4.944.447 sehingga total suara 21.769.958. Maka dalam 1 tahun terjadi kenaikan 4.139.271 suara.

Begitu juga dengan Pilgub Jatim 2018, dimana Khofifah mendapat suara 10.465.218, Saifullah mendapat 9.076.014 suara sehingga total suara 19.541.232. Sedangkan Pilpres 2019, Jokowi mendapat suara 16.231.668 dan Prabowo 8.441.247 suara sehingga total suara 24.672.915. Dengan demikian kenaikan suara 5.131.683 suara dalam 1 tahun. Maka total kenaikan suara Jatim dan Jateng mencapai 9.270.954.

Contoh lain penggelembungan suara dalam skala lebih kecil, Kabupaten Magelang bisa dijadikan contoh. Jumlah penduduk 2019 sebanyak 643.140 dengan penduduk yang memiliki hal pilih 449.252. Namun pada pilpres 2019 Jokowi memperoleh suara 601.147, Prabowo 230.540 sehingga total suara 831.687. Dengan demikian ditemukan selisih suara pemilih sebanyak 449.252. Inikah yang disebut suara tuyul seperti yang sering dikatakan Direktur Cyber Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Agus Maksum.

Agus menyebut cikal bakal temuan berbagai kecurangan ini adalah tidak dianulirnya temuan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 17,5 juta. Bukan hanya suara tuyul, Agus juga menyebut TPS siluman yang ikut muncul pada pemilu 2019 yang mencapai 3000-an TPS.  Menurut  data BPS jumlah TPS 2019 sebanyak 810.329, namun jumlah TPS naik menjadi  813.350 sehingga terjadi selrih 3.021 TPS. “DPT tidak pernah selesai dan tidak pernah ada DPT final sampai kita berlangsung Pilpres,” tegas Agus Maksum, Selasa (14/05/2019).

Agus menyatakan, pihaknya menemukan adanya 17,5 juta nama dalam DPT yang dinilainya sebagai tuyul atau tidak masuk akal dan 6,1 juta nama ganda. Jumlah tersebut belum termasuk adanya 18,8 juta nama invalid yang ditemukan BPN di lima provinsi di Pulau Jawa. Agus menambahkan, pihaknya menemukan jutaan pemilih yang memiliki tanggal lahir sama. Terdapat 9,8 juta pemilih yang lahir pada 1 Juli. Bahkan, terdapat satu TPS dimana 228 pemilihnya memiliki tanggal lahir yang sama. “Kemudian ada 117.333 KK yang manipulatif. Saat diperiksa ke lapangan, kami menemukan DPT siluman atau DPT tuyul, dan itu ada buktinya,” ungkapnya. (D.Ramdani)