Ssst… Ada Calo di Layanan SIM/STNK Keliling Kalibata

 

SWARAINDONESIARAYA.COM, Jakarta – Membludaknya warga yang ingin memperpanjang SIM dan STNK di loket Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Keliling di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan dimanfaat sejumlah calo mengais rejeki. Kehadiran mereka membuat kesal warga lain yang harus antri panjang dan lama.

Sepak terjang empat orang calo di sana sangat kasat mata. Dengan modal pulpen dan lembaran formulir isian, mereka menawarkan jasa layanan ‘kilat’. “Mau dibantu isi formulirnya,” itulah kata-kata awal mereka menawarkan jasanya.

Seperti pengalaman SWARAINDONESIARAYA.COM (SIR.COM) pada Senin (4/6/2018) lalu saat akan perpanjang STNK kendaraan roda empat. Tiba di lokasi tampak parkiran motor sudah sesak, sementara warga yang datang sudah bergerombol tidak beraturan menunggu panggilan petugas loket.

Ketika SIR.COM mengisi formulir, seorang wanita berhijab merah menghampiri. “Mau dibantu isi formulirnya Pak,” ujar wanita itu.

“Biar cepat, saya bantu Pak,” ujarnya lagi.

“Berapa,” tanya SIR.COM.

“Seratus,” jawabnya singkat.

Setelah ditawar, akhirnya sepakat dia mau bantu dengan uang jasa Rp 50 ribu.

Kemudian calo wanita itu meminta KTP dan STNK asli. Selanjutnya dia hanya menulis nama pemilik STNK dan nomor teleponnya. Sementara belasan pertanyaan lain di formulir tetap kosong.

“Tunggu sebentar Pak,” katanya sambil bergegas masuk ke dalam mobil layanan dari pintu di sebelah  loket pengambilan formulir.

Melihat gelagatnya, wanita itu sepertinya sudah terbiasa keluar masuk mobil layanan membawa berkas untuk diproses lebih cepat ketimbang mengurus sendiri.

Sambil menunggu proses kilat layanan calo tersebut, SIR.COM mendapati fakta adanya praktek percaloan di layanan keliling milik Polda Metro Jaya itu. Persis di belakang mobol layanan, yampak seorang prfia bertopi sedang ‘nego’ dengan seorang wanita paruh baya.

Persis apa yang dilakukan wanita berhijab merah, pria bertopi itu pun segera masuk ke dalam mobil layanan sambil membawa berkas.

Tidak jauh dari meja tempat mengisi formulir, juga calo lain. Seorang wanita paruh baya dengan rambut sebahu menawarkan jasanya kepada warga yang tampak masih bingung dengan proses perpanjangan di layanan keliling.  Ulah mereka yang kasat mata itu menggambarkan adanya ‘kerja sama’ dengan petugas di dalam mobil.

Menjadi aneh jika ketiga orang yang notabene bukan petugas itu bisa keluar masuk mobil layanan sambil membawa berkas. Dan, cara para calo yang hanya menulis nama dan nomor telepon pemilik STNK menjadi bukti jika formulir itu hanya formalitas saja.

Ulah para calo ini sangat mengecewakan warga lain yang rela lama antri sambil berdiri. “Apalagi kita sedang puasa, wah terasa capeknya nunggu kelarnya,” ujar Ruli (43) yang datang sejak pagi untuk perpanjang STNK motornya.

Ruli mengaku kesal dengan ulah para calo itu. Dia juga kecewa dengan petugas di dalam mobil layanan yang tidak menghargai warga lain yang rela antri sambil berdiri hingga berjam-jam. “Kalau yang punya  uang lebih bisa cepat urusnya lewat calo-calo itu,” ujar Ruli.

Keberadaan para calo itu tidak sejalan dengan niat Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang ingin anak buahnya menjadi pelayan masyarakat dan menghapus segala bentuk pungli dalam proses pelayanan tersebut. []