Sandiaga Uno Selalu Minum Infuse Water

Muda, paras tampan dan berprestasi membuat Sandiaga Salahuddin Uno memiliki pesona luar biasa. Sejak sekolah Sandi dikenal pintar, bahkan di tahun 1990 ia berhasil meraih predikat summa cumlaude di Wichita State University, Amerika Serikat. Setahun berikutnya, ia lulus dari George Washington University dengan IPK sempurna, 4.00.

Saat masih SMA, Sandi juga pernah menjadi model majalah, sebelum ia berangkat kuliah ke luar negeri. Pribadi yang cukup perfeksionis ini juga hobi mendaki gunung, pecinta alam dan olahraga basket serta lari. Dalam seminggu Sandi bisa lima hari melakukan olahraga.

Sebagai calon wakil presiden, Sandi kerap menyuarakan hidup sehat dengan berolahraga Bersama Komunitas Berlari Untuk Berbagi (BUB). Selain berlari, ada juga Komunitas Berenang Untuk Berbagi. “Kalau dilihat sport sudah digabung bersama tourism dan dikemas dengan charity and social investment,”  ujarnya.

Sandi bisa olahraga lari hingga 10 km, menurutnya olahraga harus menjadi bagian dari keseharian dan kehidupan kita. “Menurut saya, masyarakat metropolis terutama di Ibukota harus mulai digiatkan untuk berolahraga,” tambahnya.

Suami dari Nur Asia ini juga memiliki kebiasaan sangat disiplin, berkat didikan keras dari sang ibu, Rachmini Rachman atau akrab disapa Mien Uno. Sandi juga gemar membaca buku, hampir tiap malam sebelum tidur ia membaca buku dan senang untuk networking.

“Bangun pagi tepat waktu. Nilai jelek, sudah pasti ada hukuman, ganjaran. Dididik secara keras, refleksi disiplin adalah kunci dan tidak pernah ada kompromi. Waktu dan kualitas kerja adalah yang utama. Mengerjakan sesuatu, sekali buat, tidak langsung dikumpulkan, harus diperiksa berkali-kali, hasil harus sesempurna mungkin,” kenangnya.

Sosok Mien Uno di mata Sandi merupakan sosok yang menginspirasi. Menurut Mien Uno, Sandi tidak suka dengan ketidakadilan. Ketika kecil, bila dibedakan dengan kakaknya, dia akan marah. Waktu itu saya membelikan celana panjang untuk kakaknya, buat dia celana pendek, dan dia marah luar biasa. Dia bilang seluruh dunia pakai celana panjang, cuma dia yang pakai celana pendek. Mas Sandi paling tidak suka dengan ketidakadilan,” terang Mien Uno.

Kebiasaan Sandi yang sangat disiplin juga diakui Nur Asia. “Dia seperti mentor, guru buat saya. Dia yang mengajarkan saya banyak hal, mungkin karena saya anak tengah, kami delapan bersaudara. Saya belajar banyak dari dia,” ujarnya.

Saat kuliah Sandi dikenal sosok yang nerd, bahkan saat malam minggu sampai weekend di masa kuliah ia habiskan waktu di perpustakaan untuk belajar. Kesukaannya belajar juga didorong oleh didikan Mien Uno. “Ibu saya sangat strict. Saat saya SD, SMP bahkan SMA ibu saya mendidik sangat keras sekali,” kenangnya.

Hobi Sandi lainnya minum jamu selepas berolahraga, terutama saat melakukan olahraga di kawasan Senayan. Tak hanya itu, untuk menjaga staminanya tetap terjaga sepanjang hari, ia rutin konsumsi infuse water.

“Ini botol infuse water, dibawa terus tiap hari,” kata Sandi. Sandi memang terlihat selalu membawa botol berisi infuse water yang transparan dan terlihat potongan buah di dalamnya. Kadang-kadang, Sandi membawanya sendiri. Di beberapa kesempatan, botol tersebut dipegang oleh asistennya. Sandi menceritakan, dia sudah terbiasa minum infuse water beberapa tahun belakangan. Setelah rutin minum infuse water, ada perubahan yang dia rasakan, terutama dengan ragam kegiatannya, yakni menemui warga di sejumlah daerah. “Ada perubahan, jadi lebih disiplin untuk rehydrate. Tadinya kan biasa minum air mineral gitu, tetapi pas pakai infuse water, terasa banget. Satu, karena saya kan banyak berbicara, hampir delapan sampai 12 acara sehari. Jadi, penting banget untuk terus membasahi tenggorokan,” tutur Sandi.

Untuk membuat infuse water, menurut Sandi, sangat mudah dan sederhana. Bahannya tinggal memotong buah, dimasukkan ke dalam botol, lalu dicampur dengan air dingin. “Biasanya pakai potongan lemon, tapi kadang-kadang pakai anggur. Buah yang ada saja di rumah. Potongan buah istri yang nyiapin,” katanya.

Ada satu hobi unik berkaitan dengan menjaga penampilan. Untuk mengatasi bibir yang pecah-pecah karena terlalu lama berada di ruangan ber-AC, Sandi selalu membawa lip balm untuk dioleskan ke bibir. Bahkan kebiasaannya itu sempat menarik perhatian publik. Sandi juga melakukan perawatan manicure dan pedicure, creambath dan memakai masker tisu.

“Ya pakai masker, kata istri supaya kulitnya terjaga. Karena dingin banget, kadang kadang saya sampai ketiduran. Tapi sekarang sudah jarang,” ucapnya.

Sandi pernah menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) sejak 2013, dan pada 2017 ia mengundurkan diri karena ikut berlaga dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

“Waktu itu tahun 2013, ada peremajaan atlet, Indonesia butuh sosok energizer untuk PRSI, lalu saya ditantang untuk mengisi posisi itu. Sebetulnya di bidang olahraga Indonesia sudah maju, tetapi dibandingkan negara-negara lain, kita seperti jogging, mereka sprint. Negara lain sudah lari jauh. Renang Indonesia masih membutuhkan pembinaan dan pembangunan infrastruktur. Lihat saja kolam renang ini, dibangun tahun 1960-an,” kenangnya.