Saat Swasta Menjadi Mitra Pembiayaan Ultra Mikro

SIR.COM, Jakarta – Pembiayaan ultra mikro (UMi) menjadi salah satu program andalan pemerintah. Dan tentu saja seharusnya melibatkan BUMN. Tapi di program UMi, platform dompet digital DANA bakal ikut mencicipi. Dalam menjalankan bisnis ini, PT Espay Debit Indonesia Koe (PT EDIK) sebagai pemegang merek DANA bekerjasama dengan PT Pegadaian (Persero) sebagai salah satu lembaga penyalur kredit UMi yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan (Kemkeu).

Skemanya, Kementerian Keuangan lewat Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai coordinated fund pembiayaan UMi menyalurkan pembiayaan ke Pegadaian. Lalu pinjaman dari Pegadaian dikirimkan lewat DANA sebagai dompet digital. Tujuannya agar orang yang tidak memiliki rekening bank juga bisa mendapatkan UMi.

Pegadaian merupakan salah satu mitra DANA sehingga memungkinkan bagi penerima UMi untuk mencairkan uangnya dari platform DANA. Baik dengan mentransfer ke rekening lain atau dananya tetap berupa uang digital. Hal ini juga mengurangi resiko lain seperti dirampok.

Memang kerja sama dengan Pegadaian dalam menyalurkan UMi masih tahap projek percontohan. Dalam waktu dekat, produk ini akan segera diluncurkan. Ke depan, pengguna DANA maupun Pegadaian dapat membayar cicilan gadai dari PT Pegadaian.

Kredit UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).Dalam menyalurkan kredit UMi, Kemenkeu menunjuk Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai coordinated fund pembiayaan UMi.

Pembiayaan UMi disalurkan melalui LKBB. Saat ini lembaga yang menyalurkan pembiayaan UMi antara lain: PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura, serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Kemenkeu mencatat, total penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) telah mencapai Rp 2,15 triliun per 23 Februari lalu. Sejak diluncurkan pertengahan 2017 lalu, penyaluran pembiayaan UMi telah menyentuh 846.547 debitur.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa pemerintah tak melibatkan platform dompet digital BUMN, yakni LinkAja? LinkAja merupakan hasil merger dompet digital BUMN, yakni Telkomsel dan bank-bank negara. Peluncuran LinkAja rencana molor ke tanggal 20 April ini. Seharusnya penyaluran pembiayaan UMi melalui LinkAja. Dari sisi jaringan, jelas LinkAja lebih luas. Dan yang lebih penting, BUMN. (IO-2)