Quick Count dan Real Count Berbeda, BPN Laporkan KPU dan Lembaga Survei ke Bawaslu

Pasca melaporkan kesalahan sistem informasi perhitungan (Situng) KPU, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi kembali menyambangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jl  MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (03/05/2019).

Kali ini Direktur Hukum dan Advokasi BPN, Sufmi Dasco Ahmad melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan lembaga survei ke Bawaslu. Dasco mengatakan pelaporan ini karena adanya dugaan pelanggaran adminstrasi.

“Kami melaporkan KPU dan semua lembaga survei yang mengumumkan hasil quick count di televisi,” jelas pria berkemeja putih ini.

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan telah bersurat ke KPU pada 18 April yang dijawab KPU pada 25 April terkait pelaporan yang seharusnya ditujukan pada Bawaslu.

“Hari ini kami melaporkan, dan kami sudah membawa beberapa bukti, termasuk hasil quick count di Provinsi Bengkulu yang bebeda dengan real count di KPU,” jelas anggota DPR RI Dapil Banten III ini.

Menurut Dasco semua lembaga survei yang mengumumkan hasil hitung cepatnya pada 17 April lalu terbukti menyesatkan.

“Sangat disayangkan lembaga survei yang diakreditasi KPU ternyata membuat kesalahan, salah satu contohnya hasil quick count dan real count yang berbeda di Bengkulu membutikan hal ini,” tuturnya.

Sebelumnya ia juga melaporkan KPU ke Bawaslu terkait dengan dugaan kecurangan dalam hal Situng KPU yang bisa membuat kepercayaan masyarakat kepada demokrasi  menjadi berkurang. Tim Relawan IT BPN mendapatkan 13.031 bukti data kesalahan entry pada Situng KPU selama periode 19-29 April 2019. (D. Ramdani)