QC Tak Sesuai Real Count, Gerindra Akan Laporkan Lembaga Survei

Perbedaan suara hasil hitung cepat (quick count) dan real count yang di Provinsi Bengkulu jadi salah satu bukti nyata hasil QC lembaga survei meleset.

Seperti yang diketahui, KPUD Provinsi Bengkulu tercatat seluruh suara TPS yakni 6.165 TPS Bengkulu telah selesai input. Berdasarkan data yang masuk, pasangan calon (paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang tipis dari paslon 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Berdasarkan hitungan real count KPU yang terpampang di laman www.pemilu2019.kpu.go.id, data dari Provinsi Bengkulu telah sudah masuk 100 persen, Jumat (26/4/2019). Hasilnya, Prabowo-Sandi berhasil memperoleh 50,12 persen suara, dengan total perolehan suara sebesar 585.480.

Sementara Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan 49,88 persen atau 582.587 suara masyarakat. Selisih perolehan suara antara Jokowi dan Prabowo sangatlah tipis yakni hanya 0,24 persen.

Namun, perolehan ini berbeda dengan quick count sejumlah lembaga survei. Dua lembaga survei yang hasilnya berbeda dengan real count KPU yakni Poltraking dan Indikator.

Dilansir oleh Kompas.com, Lembaga Survei Poltracking yang telah mengumpulkan sampel sebanyak 99,30 persen mengunggulkan pasangan Jokowi-Maruf di Bengkulu. Lebih tepatnya, paslon 01 unggul dengan perolehan 58,78 persen suara.yang sangat jauh dengan hasil fakta real count. Sementara paslon 02 kalah dengan perolehan 41,22 persen.

Hal serupa juga terjadi pada survei Indikator. Berdasarkan rilisnya, Indikator juga memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf di Bengkulu. Capres 01 menang dengan perolehan suara 52,61 persen. Sementara Prabowo-Sandi mendapatkan 47,39 persen. Selisih perolehan suara kedua paslon menurut survei Indikator sebesar 5,22 persen.

“Saya akan laporkan Lembaga Survei ke Polisi dengan Pasal penyebar hoax yang menyebabkan ke gaduhan nasional Dan berpontensi menciptakan kerusuhan. Saya masih mencari data data hasil quick count Lembaga Survei lainnya yang juga memaparkan kebohongan hasil quick count Pilpres di Bengkulu,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono