“Pusing…apa-apa mahal,”

SIR.COM, Bogor – Sebagai kota hujan yang kini menjadi tempat tinggal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tak lantas membuat berbagai barang kebutuhan pokok murah. Nyatanya berbagai harga kebutuhan pokok, sandang maupun papan dirasakan betul emak-emak “tetangga” Jokowi ini sangat serba mahal. Misal saja Pasar Bogor, yang letaknya sepelemparan batu dari Istana Bogor berbagai kebutuhan pokok melambung tinggi.

Kenaikan kebutuhan pokok mulai dari sembako, sayur-mayur, lauk pauk, daging, hingga lainnya sangat berdampak langsung pada hasil perolehan belanjaan emak-emak setiap kali ke pasar. Jika dulu bawa Rp 100 ribu bisa dapat banyak belanjaan, jangan harap dengan saat ini. Misal saja harga tempe atau sayur-mayur yang dulu bisa dibeli dengan harga Rp 2-3 ribu, saat ini harga melompat jadi 3-5 ribu untuk 1 papan tempe atau 3 ikat (kecil) sayur bayam misalnya.

Rahmi Ramadhona adalah salah satu emak-emak yang mengeluhkan mahalnya berbagai kebutuhan pokok utamanya sembako dan kebutuhan lainnya di era pemerintahan Jokowi ini. “ Pusing, apa-apa mahal,” katanya pada SIR.COM.

Sebagai rakyat jelata, ia pun bingung menghadapi berbagai harga yang terus naik. Emak-emak yang tiap hari mengantar sekolah anak-anak dan ke pasar ini tak tau pada siapa ia mengeluhkan kenaikkan harga-harga ini. “Mau ngadu sama siapa?, terigu naik dari Rp 150 ribu sekarang Rp 185 ribu/ball, telor juga naik jadi Rp 27 ribu padahal dulu Rp 18 ribu/kg,” ujar Emak-emak yang membuka toko donat dan kue untuk menambal kebutuhan belanjanya itu.

Ditengah harga yang terus naik, pemilik toko Juragan Donat ini tak bisa menaikkan harga. Terpaksa ia pun harus memangkas margin keuntungan yang diperolehnya. “Kalau kita naikin harga, pembeli kabur. Bingung kan?,” keluhnya.

Menurutnya biang kerok dari semua kenaikkan harga-harga ini adalah kenaikkan harga BBM yang sudah 12 kali selama 4 tahun Jokowi memimpin. “Pokoknya kalau BBM naik semua ikut naik,” terangnya.

Meroketnya harga-harga sangat berdampak pada pelemahan daya beli masyarakat. Karenanya ia berharap pada pemerintahan yang akan datang, akan terpilih Presiden yang peduli akan kesulitan masyarakat utamanya harga-harga dan kebutuhan sembako. “Berharapnya di pemerintahan yang baru, apa-apa murah, terutama kebutuhan pokok, biar rakyat sejahtera,” pungkas ibu 2 anak ini. D. Ramdani