Perancang Revitalisasi Lapangan Banteng Kecewa dengan Kelakuan Ahoker

Yori Antar, arsitek perancang revitalisasi Lapangan Bantneg /ist

 

SWARAINDONESIARAYA.COM – Arsitek revitalisasi Lapangan Banteng Gregorius Antar Awal  kecewa dengan kelakuan pendukung napi penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Puluhan orang itu berteriak-teriak saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpidato saat peresmian Lapangan Banteng, Rabu (25/7/2018) malam.

Puluhan orang berkemeja kotak-kotak yang biasa disebut Ahoker itu berkumpul di salah satu sisi kursi untuk penonton. Saat Anies menyampaikan pidatonya, mereka teriak-teriak menyebut bahwa perubahan Lapangan Banteng itu adalah karya Ahok, bukan hasil kerja Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat resmikan Lapangan Banteng /ist

Aksi arogan dan tidak terpuji itu direkam dan diviralkan melalui media sosial. Karena teriakan-teriakan keras mereka, hasil rekaman yang viral itu membuat pidato Anies tidak terdengar jelas. Padahal dalam pidato itu tidak ada satu katapun dari Anies yang mengklaim revitalisasi Lapangan Banteng adalah hasil kerja drinya.

Sang arsitek revitalisasi Lapangan Banteng yang akrab disapa Yori Antar mendengar jelas teriakan pendukung Ahok.  Yori Antar menyatakan,  Anies tak mengklaim bahwa revitalisasi itu sebagai karya Anies sendiri, Anies juga tak menyebut nama Ahok.

“Saya dengar sendiri, Pak Anies tidak menyebut nama dirinya sendiri, walaupun juga dia tidak menyebut nama Ahok, dia juga tidak menyebut nama Sandi. Tapi dia menyebut nama saya,” kata Yori, Jumat (27/7/2018).

Yori Antar adalah arsitek yang mengerjakan proyek revitalisasi Lapangan Banteng karena ditunjuk oleh Ahok, dilanjutkan oleh Plt Gubernur Sumarsono, diteruskan oleh Gubernur Djarot Saiful Hidayat, dan akhirnya masuk ke era Gubernur Anies.

Aristek kawakan dengan segudang prestasi tiub maklum jika  Anies tidak menyebut satu per satu nama Gubernur pendahulunya. “Tentunya nama saya mewakili semuanya. Saya kan arsitek yang disuruh Pak Sumarsono, Pak Djarot, dan Pak Ahok juga,” kata Yori yang berharap pendukung Ahok bisa bersikap lebih baik pada acara-acara yang khidmat seperti itu.

Sementar itu,  Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno malah berterima kasih kepada pendukung Ahok karena ikut memberikan apresiasi kepada Pemprov DKI, Ia mengakui jika pemerintahan sebelumnya ikut berperan dalam penataan kembali Lapangan Banteng.

Sandi memberikan apresiasinya karena pendukung Gubernur sebelumnya telah menjadi bagian dari pembangunan. “Kita kerja semua dan kita juga harus memberikan apresiasi kepada para pendukung Pak Basuki mereka sudah menjadi bagian dari pembangunan di Jakarta,” katanya.

Berikut ini pidato lengkap Anies saat meresmikan renovasi Lapangan Banteng:

Yang saya hormati, Sekda DKI Jakarta dan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta, para pejabat yang mewakili Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, Kementerian LHK, Kementerian Pariwisata.

Yang saya hormati, Direktur Sinarmas Land Bapak Michael Wijaya, yang saya hormati pembangun pagar lapangan olahraga Bapak Rahardi Santoso, Direktur PT Rekso Nasional Food.

Yang saya hormati juga, keluarga yang mewakili para kreator yang karyanya masih tegak berada di Lapangan Banteng ini, keluarga Henk Ngantung, keluarga Bapak Edi Sunarso, Keluarga Bapak Agus Bimara, keluarga Bapak Rosdi Husein, dan yang juga perlu secara khusus kita beri apresiasi yang merancang dan menyiapkan grand design dari nol, Bapak Yori Antar.

Alhamdulillah proses perancangan ini telah berjalan dengan baik dan kita sama-sama pada malam ini menyaksikan Lapangan Banteng sebagai lapangan bersejarah kembali ditata. Kita tahu lapangan ini memiliki sejarah yang panjang.

Mulai dari 1632, ketika itu disebut sebagai Lapangan Paviliun. Lalu sesudah Perang Napoleon, Jerman, Inggris menjadi Lapangan Singa, dan sejak kemerdekaan menjadi Lapangan Banteng.

Pemanfaatannya pun bervariasi. Tadi saya sempat mendengar dari Bapak Yori bagaimana proses, bagaimana inovasi, kreasi dilakukan di sini.

Harapannya tempat ini bukan sekadar tempat yang mempesona karena rancangannya baik. Yang lebih penting lagi adalah rancangannya memungkinkan warga berinteraksi bersama di tempat ini.

Dengan begitu, tempat ini jadi tempat di mana warga bisa berinteraksi, warga bisa melakukan kegiatan bersama, dan saya percaya dengan rancangan yang disusun Pak Yori Antar, kegiatan seperti kegiatan olahraga, kegiatan seni, kegiatan budaya, semuanya dapat dilakukan di sini.

Kita semua berharap Lapangan Banteng jadi salah satu ikon utama di Jakarta dan Indonesia. Karena ini adalah salah satu lapangan paling bersejarah di tempat ini.

Dua lapangan yang dirancang sudah agak panjang dan di setiap zaman dirancang sesuai kebutuhannya. Bahkan pernah tempat ini dijadikan sebagai terminal bus untuk bus rute ke Priok, Blok M, Senen. Jadi ini adalah tempat di mana masing-masing era punya pemanfaatan yang beda-beda.

Karena itu, izinkan juga kita melihat ini sebagai sebuah keberlanjutan yang mungkin juga satu saat nanti, bertahun-tahun ke depan, puluhan tahun ke depan mereka pun akan menengok kembali ke era ini sebagaimana kita menengok ke masa lalu ketika lapangan banteng dirancang di masanya.

Di tempat ini, merupakan simbol dari sebuah perjuangan. Kita berharap perjuangan yang pernah ditorehkan anak muda di zamannya bisa kita ulang.

Ada sebuah kalimat yang dipertahankan di sana, kalimat yang diucapkan Zainal Abidin Sah, Gubernur Irian Barat, 10 November ’56. Di sana dikatakan bahwa ‘kita semua mengetahui kemerdekaan Tanah Air belum sempurna ketika Irian Barat, sebagian wilayah tanah air masih berada di penjajahan. Di sana masih menetap penjajah impresionalisme Belanda sehingga sebagian dari saudara bangsa kita di sana masih ada di bawah rantai belenggu’.

Semoga ini jadi inspirasi bahwa kita punya kesetaraan, kesempatan sebagaimana kita membebaskan saudara-saudara kita di Papua tahun ’60-an.

Saya sekali lagi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang sudah bekerja, yang sudah menghibahkan waktu, pikiran, tenaga untuk menghasilkan Lapangan Banteng yang saat ini jadi kebanggaan warga Jakarta dan bagi Bangsa Indonesia.

Izinkan saya mengakhiri dengan mengucapkan bismillahirahmanirahim, pada hari ini, Rabu tanggal 25 Juli 2018, penataan kembali Lapangan Banteng secara resmi dinyatakan tuntas. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr Wb

Setelah diresmikan, kawasan Lapangan Banteng bisa disewakan sebagai tempat konser musik, pertunjukan fesyen, difungsikan sebagai tempat penyambutan tamu negara, hingga untuk perayaan Hari Raya Kemerdekaan 17 Agustus.

Perawatan ruang terbuka hijau ini diharapkannya terus berlangsung dengan baik dan bisa dikerjasamakan dengan pihak swasta. Lapangan Banteng ini bukan hanya diperuntukkan bagi golongan masyarakat tertentu saja. Lapangan Banteng ini harus berguna secara umum.[]