Penumpang MRT Tak Persoalkan Penyesuaian Tarif

SIR.COM, Jakarta – Pengguna Moda Raya Terpadu (MRT) rata-rata menyatakan tidak terlalu mempersoalkan penyesuaian tarif menjadi normal sepanjang masih sebanding dengan fasilitas dan kenyamanan yang disediakan sarana transportasi tersebut.

“Tarifnya masih terjangkau sesuai dengan kenyamanan dan kecepatan untuk sampai tujuan,” kata Maryani, penumpang MRT yang ditemui di MRT Jakarta tujuan Lebak Bulus, Selasa (14/5).

Sebelumnya PT MRT Jakarta masih mengenakan tarif promo sebesar 50 persen dari tarif normal. Meskipun pada hari Senin (13/5) tarif normal mulai di berlakukan, penumpang menilai bahwa tarif tersebut masih wajar dan sebanding dengan fasilitas yang diterima. “Harganya sebanding. Fasilitasnya terjamin. Cepat dan nyaman,” kata Maryani, yang kerap menggunakan sarana transportasi ini.

Hal senada juga disampaikan Fadli, penumpang yang ditemui di Stasiun MRT Dukuh Atas. Di satu sisi, harga yang dibayarkan setimpal dengan segala fasilitas yang didapat. Di sisi lain, dia menyampaikan keluh kesahnya bahwa moda transportasi ini masih butuh penanganan lebih di bagian tiket.

“Setimpal sih harga sama fasilitasnya, hanya paling pelayanannya harus ditingkatkan lagi, terutama di mesin pembaca kartu yang terkadang masih lama,” kata Fadli.

Menurut dia, sempat terjadi gangguan pada pintu masuk otomatis yang terdapat di stasiun MRT.

Maryani juga menyampaikan bahwa penanganan kebersihan juga masih kurang, khususnya di toilet. “Toiletnya saya kira harus lebih sering dibersihkan. Untuk yang lain sih sudah oke,” ujar Maryani.

Penumpang lain yang menggunakan MRT untuk bekerja setiap harinya, Sigit, memberikan komentar senada mengenai pemberlakuan tarif normal MRT.

Pengguna angkutan massal ini tetap ramai. Antrean tetap terjadi di loket pembelian tiket. MRT yang berangkat dari Bundaran Hi sampai Lebak Bulus juga penuh. Penumpang bahkan harus berdiri meski banyak yang turun di perhentian sebelum Lebak Bulus.

Adhi, pengguna MRT, mengatakan bahwa tarif normal cukup memberatkan karena jarak yang ditempuh tak terlalu jauh. “Daripada kena macet, naik MRT jauh lebih cepat,” katanya.

Junianti, pengguna MRT lain, menilai penumpang tak seramai biasanya. Ia beranggapan hal ini terkait pemberlakukan tarif baru yang cukup memberatkan. “Antrean nggak terlalu panjang seperti biasa saya mau ke kantor,” kata pegawai bank di Lebak Bulus ini.

Ia kemudian membandingkan tarif MRT dengan tarif angkutan online. “Saya hitung-hitung saya tetap memilih MRT,” ucapnya. “Minimal cepat dan nggak panas-panasan.” Sejak resmi dibuka secara komersial pada 1 April 2019 hingga 12 Mei 2019, PT MRT Jakarta menerapkan tarif promo sebesar setengah harga dari tarif normal.

Misalnya, untuk pemberangkatan awal di Stasiun Bundaran HI menuju pemberhentian akhir di Stasiun Lebak Bulus, tarif promo sebelumnya adalah 7.000 rupiah. Sementara kini, dengan tarif normal, besarannya menjadi 14.000 rupiah. (Rai)