Panitera PN Jaksel Akui Terima Rp 10 Juta

SIR.COM, Jakarta – Panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), I Gde Ngurah Arya Winata, mengaku menerima uang sebesar 10 juta rupiah dari rekannya sesama panitera pengganti, Muhammad Ramadhan, atas jasanya menjadi penghubung dengan hakim PN Jaksel.

“Saya buka amplop, isinya ada uang, uang saya serahkan ke staf saya di PN, jumlahnya 10 juta rupiah, uangnya sekarang di KPK,” kata Ngurah Arya di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis.

Ngurah menjadi saksi untuk dua terdakwa hakim pengadilan negeri Jakarta Selatan, yaitu R. Iswahyu Widodo dan Irwan yang didakwa menerima uang sejumlah 150 juta rupiah dan 47 dolar Singapura (senilai total 680 juta rupiah) dari pengusaha Martin P. Silitonga melalui panitera pengganti PN Jakarta Timur, Muhammad Ramadhan.

Uang itu diantarkan oleh istri Ramadhan, Deasy Diah Suryono, yang juga jaksa di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan kerap bersidang di PN Jaksel. Ramadhan, menurut Ngurah, adalah mantan hakim di PN Jaksel.

“Waktu itu datang istri Ramadhan ke ruang saya. Namanya saya lupa, datang ke ruang saya bawa amplop. Beliau datang dengan toga dan langsung menaruh saja di meja, dia mengatakan ini titipan dari suami saya. Beliau langsung pergi dan tidak komentar,” jelas Ngurah.

Menurut Ngurah, ia bertemu dengan Ramadhan di acara buka puasa bersama. Saat itu ia dimintai tolong Ramadhan untuk mengirimkan pesan kepada dua hakim PN Jaksel, yaitu Iswahyu dan Irwan. “Awalnya saya menolak, tapi karena terdesak, saya sampaikan ke Pak Iswahyu dan Irwan, dia minta tolong dibantu soal perkara itu,” ucapnya.

Perkara yang dimaksud adalah perkara perdata No. 262/Pdt.G/2018 PN JKT.SEL dengan penggugat pemilik PT CLM Isrullah Achmad dan Direktur PT CLM, Martin P. Silitonga. (Rai)