Milenial Harus Paham Kualitas Pemimpin

Sebagai generasi milenial, Dosen dan alumni Hukum Tata Negara (S1) Universitas Pancasila ini selalu mengajak generasi muda dengan memberikan contoh agar generasi milenial mampu memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan bidangnya masing-masing pada bangsa dan negara. Menurutnya negara ini memiliki dua masalah besar yang pertama masalah di bidang ekonomi kedua di bidang hukum.

Di bidang ekonomi, Rully melihat kondisi saat ini pemerintah lebih fokus pada pengembangan Infrastruktur daripada membangun ekonomi. Padahal masalah ekonomi seperti menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, pangan, listrik, hingga BBM yang sangat mendasar sangatlah penting karena dampaknya dirasakan langsung masyarakat menengah bawah. Berbeda dengan infrastruktur yang manfaatnya hanya dirasakan segelintir masyarakat berduit.

“Ini (stabilitas ekonomi, -red) yang dirasakan langsung masyarakat. Harusnya pemerintah fokus pada kebutuhan dasar ekonomi yang sangat dirasakan sebagain besar masyarakat, yakni kelas bawah,” jelas alumni Hukum Tata Negara Pascasarjana (S2) Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.

Selain sektor ekonomi, Mahasiswa Hukum Tata Negara Pascasarjana (S3) Universitas Pasundan ini mengatakan sebagai panglima sebuah negara, hukum sudah sepatutnya menjadi pondasi yang kuat setiap menentukan kebijakan, ekonomi, kepastian hukum, dan kepercayaan publik. Maklum setiap kebijakan-kebijakan tersebut selalu dibungkus dengan undang-undang berpayungkan hukum. Makanya itu sangat penting bagi seorang pemimpin negara memahami hukum tata negara  dalam mengambil setiap kebijakan.

“Mengelola negara itu bukan seperti mengelola warung kopi, sehingga sangat penting memahami ilmu Hukum Tata Negara yang mengatur segala kebijakan dan tatanan kehidupan dalam bernegara. Sebagai generasi milenial, sudah saatnya melek hukum dan peduli akan segala permasalahan ekonomi kerakyatan serta memahami kualitas pemimpin yang layak mempimpin negeri ini dengan segala permasalahan ekonomi dan hukum,” pungkasnya. D. Ramdani