IHSG Nyaris Tinggalkan 6.000, Rupiah Hampir Sentuh Rp 14.500

SIR.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk. Sepanjang perdagangan Selasa (14/5), indeks tak mampu keluar dari zona merah. Bahkan pada penutupan perdagangan Selasa sore, IHSG nyaris tinggalkan level 6.000 dengan ditutup terkoreksi 1,05 persen ke level 6.071,2.

Dari dalam negeri, faktor kecurangan pemilihan presiden menghiasi pemberitaan. Sementara dari luar negeri, sentimen dari Amerika Serikat (AS) dan China yang terus berseteru perihal penetapan tarif dagang antara kedua negara.

China memutuskan membalas serangan AS dengan mengumumkan bahwa bea masuk bagi importasi produk asal AS senilai US$ 60 miliar akan dinaikkan menjadi 20 dan 25%, dari yang sebelumnya berada di level 5% dan 10%. Kenaikan tersebut akan berlaku pada tanggal 1 Juni mendatang.

Keputusan ini diambil setelah Trump terlebih dahulu menaikkan bea masuk atas importasi produk-produk asal China senilai US$ 200 miliar, dari 10% menjadi 25% di tengah-tengah dialog yang sedang digelar antara kedua negara.

Sementara itu, kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) juga terus anjlok. Selasa (14/5), Nilai tukar rupiah kembali melemah hingga nyaris menyentuh posisi Rp 14.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Seperti biasa jika terjadi pelemahan rupiah atau IHSG, pemerintah selalu bilang penyebabnya berasal dari luar negeri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan bahwa negara berkembang memang selalu dirugikan bila terjadi gejolak perekonomian global.

Namun, kondisi saat ini, menurut Darmin belum mengkhawatirkan, meski tendensi dari pelemahan tersebut sedikit melambat. Menurut dia, market itu tidak seluruhnya rasional. Perlu bukti lebih lanjut, rencana dan aksi pemerintah menjinakkan kurs rupiah dan IHSG, mengingat sudah cukup lama asing melakukan aksi jual (net sell). di Indonesia. (IO-2)