Harapan Baru Menuju Perubahan 2019, Ojol Dukung Prabowo-Sandi

SIR.COM, Bogor – Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, kopi darat dengan ribuan pengemudi ojek online atau ojol di Sentul, Jawa Barat. Prabowo berangkat ke lokasi acara dengan naik ojek.

Prabowo menghadiri undangan ribuan pengendara ojol tergabung dalam Forgab (Forum Gabungan) Roda 02. Acara bertajuk ‘Kopdar Ojol Menuju Perubahan 2019’ itu berlangsung di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 16 Desember 2018.

Ribuan pengemudi ojol yang tergabung dalam Forgab Roda 02 itu terdiri atas 205 komunitas pengemudi ojek online yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Prabowo memenuhi undangan tersebut dengan membonceng salah satu pengendara ojol. Ribuan ojol yang berada di lokasi pun terlihat semringah dengan mengibarkan bendera Merah Putih dan panji panji komunitas ojolnya saat capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu hadir di tengah kerumunan massa. Prabowo pun langsung diminta naik ke atas panggung.

Juru bicara Forgab Roda 02, Zulfikar, mengaku sangat bersyukur atas kehadiran Prabowo di tengah-tengah ribuan pengemudi ojek online dalam acara tersebut. Ia menuturkan kegiatan kopdar seperti ini sering dilakukan oleh komunitas ojek online untuk saling mengakrabkan diri.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak Prabowo di acara ini. Event ini adalah event biasa yang kita lakukan, dan alhamdulillah hari ini adalah hari yang sangat spesial dan bersejarah karena dihadiri oleh Pak Prabowo. Saya, yang mewakili rekan-rekan yang hadir, kami ucapkan terima kasih kepada bapak-ibu yang telah hadir bersama kita,” kata Zulfikar.

Dalam acara itu, Calon Presiden Prabowo Subianto rela turun dari panggung dan ikut berpanas-panasan untuk bisa berdialog dan lebih dekat dengan ribuan pengemudi ojek online.

Awalnya, Prabowo memberikan sambutannya di atas panggung. Namun, ketika melihat cuaca semakin terik dan para ribuan ojol terlihat kepanasan, maka capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu langsung memutuskan untuk turun dari panggung dan ikut berpanas-panasan dengan massa.

Ia menegaskan, sebagai orang yang pernah menjadi pemimpin pada saat dinas kemiliteran, Prabowo selalu memahami dan ikut merasakan apa yang dirasakan pasukannya. Karena itu, ia memutuskan untuk turun dari panggung yang sejuk dari sengatan Matahari untuk ikut merasakan panasnya cuaca yang menyengat bersama ribuan pengemudi ojol tersebut.

“Saudara-saudara kepanasan enggak di situ? Aku enggak enak lihat kalian kepanasan. Kalau saya ini kebiasaan, kalau anak buah saya kepanasan, saya harus kepanasan juga, kalau kehujanan pemimpin juga harus kehujanan,” kata Prabowo.

Ketika Prabowo turun dari panggung dan ikut merasakan panasnya sinar matahari, serentak para pengemudi ojol langsung duduk agar bisa melihat pidato ketua umum DPP Partai Gerindra itu secara langsung.

Namun, tak sedikit para pengemudi ojol meminta kepada pengawal Prabowo untuk ikut duduk agar pandangan mereka tidak terhalang. Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu pun langsung mengaminkan.

Eh, ini pengawal-pengawal jangan kebanyakan berdiri, ini temen saya semua. Mereka (para pengawal) juga serba salah, mereka bertugas, mereka harus menjaga saya, tapi saya merasa nyaman dengan kalian semua,” kata Prabowo disambut tepuk tangan dari ribuan pengemudi ojol.

Capres nomor urut 02 itu juga menjelaskan kepada ribuan pengemudi ojol bahwa pengawalnya itu ditugaskan negara untuk menjaga capres-cawapres selama masa kampanye ini. Prabowo menjamin para pengawalnya berhati baik meskipun wajahnya seram dan tidak mudah tersenyum.

“Kadang-kadang petugas mukanya serem-serem karena mereka bertugas, sebetulnya hati mereka tidak serem-serem begitu, hati mereka sama kayak kita, cuman mereka bertugas jadi enggak boleh ketawa,” ucap mantan danjen Kopassus ini.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan kehadirannya ke acara tersebut hanyalah sebagai undangan dan bukan melakukan kampanye. Karena itu, ia menegaskan bahwa pada kesempatan tersebut dirinya tidak akan meminta dukungan dari ribuan pengemudi ojol yang hadir pada kesempatan tersebut.

“Saudara-saudara, ini katanya ada peraturan saya enggak boleh kampanye, jadi saya enggak kampanye nih. saudara-saudara ini direkam nih. Saudara-saudara, saya tidak meminta dukungan kalian, tapi sebagai manusia kalau berharap boleh dong? Ehinget petugas ya, saya berharap dukungan, saya enggak minta,” kata Prabowo.

Mendengar pernyataan Prabowo yang tidak meminta dukungan tersebut, ribuan pengemudi ojol yang hadir di acara itu langsung berteriak keras bahwa mereka akan tetap mendukung dan memilih Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno pada Pilpres 2019.

“Meski bapak tidak minta dukungan, tapi kami semua dukung bapak, kita akan pilih nomer dua, hidup Prabowo, takbir, Allahu Akbar,” teriak ribuan pengemudi ojol di hadapan Prabowo.

Dua sebelum digelar Kopdar di Sentul, Komunitas ojek online (ojol) Forum Gabungan Roda (Forgab) 02 mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Mereka bahkan berkomitmen ikut terjun mengawasi TPS.

Deklarasi dukungan Forgab 02 kepada pasangan nomor urut 02 itu digelar di kantor Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Jalan Kertanegara, Jumat (14/12/2018). Juru bicara Forgab 02, Zulfikar, menuturkan telah diterima Prabowo beberapa hari sebelumnya.

“Deklarasi hari ini adalah penegasan sikap kita. Hari Jumat lalu kita juga sudah berkumpul di rumah Pak Prabowo. Kita menyampaikan beberapa poin keluhan kita yang mendasar kepada beliau,” kata Zulfikar.

Zulfikar mengatakan, sejak 2016, aktivis ojol telah berjuang mendapatkan regulasi untuk bisnis transportasi online, khususnya roda dua, ke berbagai kalangan, termasuk pemerintah. Namun, kata dia, yang mereka dapatkan hingga hari ini hanya ketidakjelasan regulasi yang mengatur khusus transportasi online.

“Perjuangan kita juga sudah ditempuh sampai ke DPR, kita lakukan demo. Sampai akhirnya tidak ada hasil. Landasan kedua, tepat pada 1 Mei, kita sebagai peserta pada aksi buruh. Nah, kita melihat ada harapan baru atas keberpihakan Pak Prabowo terhadap nasib buruh dengan tanda tangan kontrak politik. Ini juga menjadi penegasan kita bahwa harapan kita juga bukan keniscayaan,” paparnya.\

Terkait pidato Prabowo yang menyinggung soal banyaknya lulusan SMA yang menjadi pengemudi ojol, menurut Zulfikar, hal tersebut bukan penghinaan, melainkan sebuah fakta di lapangan. Di depan komunitas ojol yang hadir di kantor BPN, Zulfikar menyatakan komitmen pihaknya untuk mengawal Pilpres 2019 dari TPS hingga kecamatan.

“Itu faktanya karena saat ini tidak ada pilihan. SDM yang ada di ojol sangat luar biasa. Tidak semua ojol lulusan SD, tapi ada juga sarjana. Apa yang disampaikan Pak Prabowo memang faktanya. Dalam data kami, sebanyak 205 wadah dan komunitas ojol dan 12 ribu anggota kami siap mengawal kotak suara,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Mayjen (Purn) TNI Musa Bangun, menyambut gembira bertambahnya dukungan dari komunitas ojol selain dari elemen-elemen masyarakat lainnya. “Bahwa teman-teman datang ke sini untuk memberikan dukungan, apalagi sampai pada pelaksanaan di TPS-TPS itu. Itu memang seusai harapan kita untuk mengawasi hasil pemilu dan menghindari hal-hal yang kita tidak inginkan,” kata Musa. Musa mengungkapkan optimisme memenangkan Pilpres 2019 semakin tinggi seiring dengan bertambahnya dukungan. “Semua sila sudah dilaksanakan, cuma 1 sila yang belum, yaitu keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Musa. (dha)