Bela Diri Asli Nusantara, Bawa Harum Nama Indonesia

SIR.COM, Jakarta – Asian Games 2018 Jakarta-Palembang adalah Pesta Olah Raga se Asia paling sukses bagi kontingen Indonesia. 31 medali emas direbut Kontingen Merah Putih, dan cabang pencak silat menjadi penyumbang medali emas terbanyak, 14 medali emas!

“Semua ini untuk bangsa Indonesia,” tegas Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI), Prabowo Subianto. Kerja keras induk cabang olah raga Pencak Silat ini membuahkan hasil gemilang.

“Perhatian, motivasi dan komitmen dari Pak Prabowo dan seluruh pengurus serta pelatih sangat berpengaruh pada sukses kami,” kata Hanifan Yudani Kusumah, perebut medali emas kelas C putra 55-60 kg.

Prabowo memang dikenal serius memajukan pencak silat. “Beliau memang paham soal pencak silat, sebab beliau juga seorang pendekar dari perguruan Satria Muda Indonesia,” kata Sekjen PP IPSI, Erizal Chaniago.

Sebagai ketua umum Prabowo berupaya melakukan pembinaan atlet secara baik dan profesional. Itu tampak dari proses perekrutan atlet hingga kaderisasi.

Prabowo juga senantiasa memberikan motivasi. “Pak Prabowo kan Ketua IPSI yang selalu mengemong kita, menyemangati, mengayomi kita. Beliau itu inspirasi kita untuk pencak silat Indonesia. Beliau yang selalu menyemangati kita untuk berani, untuk berjiwa kesatria dan pendekar,” kata Edhy Prabowo, Ketua Harian PB IPSI.

Prabowo disebut tak segan mengeluarkan dana pribadi demi mengangkat prestasi pencak silat. Sebagai contohnya saat menggelar kejuaraan pencak silat dunia 2016 silam, Prabowo kabarnya mengeluarkan dana hingga Rp 14 miliar demi kegiatan tersebut.

Sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), peran Prabowo memang sangat besar.

Pencak Silat bukan sekadar warisan bela diri bangsa Indonesia, tetapi sejatinya pencak silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Kepulauan Nusantara. Bela diri berkembang di Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina bagian selatan dan Thailand bagian selatan.

Bela diri ini semakin berkembang karena peranan para pelatih pencak silat Indonesia yang menyebarkan ilmu mereka hingga ke Vietnam, Kamboja dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

“Bahkan pencak silat kini sudah berkembang ke seluruh dunia. Beberapa negara Eropa seperti Belanda, Belgia dan lain lain juga mengenal pencak silat saat ini,” kata Erizal.

Istilah silat dikenal secara luas di Asia Tenggara, akan tetapi khusus di Indonesia istilah yang digunakan adalah pencak silat. Istilah ini digunakan sejak 1948 untuk mempersatukan berbagai aliran seni bela diri tradisional yang berkembang di Indonesia. Nama “pencak” digunakan di Jawa, sedangkan “silat” digunakan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Dalam perkembangannya kini istilah “pencak” lebih mengedepankan unsur seni dan penampilan keindahan gerakan, sedangkan “silat” adalah inti ajaran bela diri dalam pertarungan. (rp)