ABB Batal Bebas, Hoax Terbesar Diproduksi Istana  

SIR.COM, Jakarta – Tuhan membalas kontan capres nomor urut 01 yang menyudutkan Prabowo terkait kasus hoax mantan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Ratna Sarumapet pada debat capres pertama. Alih-alih menuding capres 02 sebagai pembuat hoax, Kini giliran kubu pertahana yang terbukti melakukan hoax terbesar.

kuasa hukum capres 01, Yusril Ihza Mahenda mengabarkan Presiden akan membebaskan narapidana terorime Abu Bakar Ba’asyir tanpa syarat, Jumat (18/01/2019). Namun hanya jelang 3 hari, kabar pembebasan Ustadz ABB dibatalkan menko Polhukam Wiranto, Senin (21/01/2019) malam.

“Ini hoax terbesar yang diproduksi istana yang lebih heboh dari hoax kasus ratna Sarumpaet,” jelas Ferdinand Hutahean di Prabowo-Sandi Media Center, Selasa (22/01/2019).

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat ini tak mengerti jika pembebasan ustad ABB ini berujung dengan pembatalan. Pasalnya Jokowilah yang memberikan bebas tanpa syarat karena banyak pertimbangan salah satunya usia yang sudah renta.

“Saya minta Yusril menjelaskan pada publik mengapa Jokowi membatalkan pembebasan ini padahal Jokowi sendiri yang menyampaikan bebas bersyarat,” tegasnya.

Benar apa yang disampaikan Dosen di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), Rocky Gerung yang mengatakan pembuat berita bohong terbaik adalah pemerintah yang sedang berkuasa. “Pembuat hoax terbaik adalah penguasa,” katanya beberapa waktu lalu.

Alasannya, penguasa memiliki seluruh peralatan untuk berbohong. Intelijen, kata dia, pemerintah punya, begitupun data statistik dan media. “Tapi itu faktanya. Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna,” tambahnya.

Keluarga Kecewa

Sementara itu, batalnya pembebasan Ustadz ABB membuat keluarga dan Pengurus Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki, Grogol, Sukoharjo kecewa. Karenanya keluarga menggelar jumpa pers di halaman Masjid Baitussalam dan dihadiri Ketua Yayasan Ustadz Wahyuddin, Direktur Ponpes Ustadz Ibnu Hanifah, Wakil Direktur Ponpes Ustadz Muhammad Sholeh Ibrahim, Humas Ponpes Ustadz Muchson, dan perwakilan keluarga ABB yaitu putra kedua ABB, Ustadz Abdul Rosyid. digelar pihak keluarga ABB, Rabu pagi tadi (23/01/2019).

‘’Kami sudah melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan Ustadz ABB, ulama yang sangat kami hormati. Tapi ternyata hasilnya mengecewakan. Para santri ikut berbunga-bunga saat mendengar kabar rencana pembebasan Ustadz Abu Beliau sosok yang lugas dan lugu. Namun, tiba-tiba rencana itu dibatalkan. Ini pemberi harapan palsu,’’ kata Ibnu Hanifah.

Rencana ABB pulang pada Rabu (23/01/2019) sore, pihak keluarga dan pondok sudah melakukan berbagai persiapan termasuk menyediakan nasi kotak atau nasi bungkus sebanyak 1600 buah. Namun semua itu batal. (DAN)