Said Didu Ingatkan Jangan Jadi Korban Kebohongan Jokowi Lagi

SIR.COM, Jakarta – Begitu banyaknya janji-janji kampanye Jokowi yang belum juga terealisasi di tahun kelima menjabat Presiden menjadi triger bagi masyarakat yang menginginkan perubahan dengan mengganti presiden yang tidak mudah mengumbar janji tanpa realisasi (bohong).

Mantan Sekjen di Kementrian BUMN yang belum lama ini diberhentikan, Said Didu mengatakan begitu banyak janji Jokowi yang belum terealisasi. Said Didu menegaskan berbeda antara janji yang dilaksanakan namun belum tercapai (tak capai target) dengan janji yang tidak dilaksanakan yang disebutnya bohong. Apalagi melaksanakan apa yang diluar yang dijanjikan (bohong besar)

“Ini namanya kebohongan dan kebohongan besar yang dilakukan Jokowi,” ujarnya dalam  Diskusi Publik Jejak-jejak Kebohongan Jokowi di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/1).

Menurutnya janji Jokowi yang mengatakan tidak akan impor pangan, itu berbohong, tidak akan utang, tidak mungkin. Nah saat mereka tidak malaksanakan janjinya, itu namanya kebohongan.

Menurut Said Didu, kebohongan paling bahaya menutup kebohongan itu dengan kebijakan. Ia mencontohkan kebijakan Jokowi yang mengatakan BBM satu harga. “ini kebohongan yang ditutupi kebijakan. Padahal kebijakan BBM satu harga itu sejak dulu ditetapkan Pertamina.

Lebih lanjut Said Didu berpesan jangan sampai ada korban-korban kebohongan lagi dari Jokowi.

“Sekarang sayang ingatkan pada rakyat jangan mau jadi korban kebohongan Jokowi berikutnya. Seperti guru hononer dan perangkat desa yang menjadi korban janji diberikan janji baru,” pungkasnya. (DSN)